Friday, October 11, 2013



Pesan Ustaz Ebit Lew..

"Kalau kita pohon doa kepada Allah SWT, pohonlah supaya Allah jadikan kita hamba yang bersyukur.."

Selalu, kita minta Allah berikan kita harta yang banyak, kesenangan, kelapangan, umur yang panjang, sihat tubuh badan..

Tapi, apabila satu hari kita ditimpa kesusahan, apakah doa kita Allah SWT tak makbulkan? Kita jadi keluh kesah, gundah gulana sebab apa yang kita hajatkan nampaknya belum dijawab, kita salahkan Tuhan..

Tapi, kalau kita minta rasa syukur pada Allah SWT, kita tak kisah kalau susah, kalau gelisah, kalau nikmat datang atau pergi sebab kita akan dipenuhi dengan rasa syukur saat susah mahu pun saat senang..

Kita sering melihat mereka yang di atas, punya rumah banglo, kereta berjenama mewah, anak-anak berjaya, bisnes menguntungkan..

Tetapi, kita tak lihat mereka di bawah, kais pagi makan pagi, tiada kenderaan, kurang anggota badan.

Panjatkanlah doa kepada Allah SWT, jadikan kita hambaNya yang bersyukur, mohon kepada Allah kurniakan kasih-sayangm iman dan kebesarannya dalam hati kita. Andai kebesaran Allah subur dalam hati, susah atau senang hanya Allah SWT dalam hati..

Syukur Ya Allah
Syukur Alhamdulillah
Saat ini kita masih hidup
Saat ini anggota tubuh badan masih cukup
Saat ini rezeki belum surut

Wednesday, October 9, 2013



Pendidikan anak-anak..

Dari masukkan mereka ke sekolah antarabangsa dengan alasan supaya mereka lebih bersifat 'international' bergaul dengan anak anak-anak bangsa lain dan akhirnya fasih dalam Bahasa Inggeris, lebih elok masukkan ke mereka ke sekolah Islam swasta supaya akhlak mereka lebih terpelihara..

Feedback dari kawan-kawan yang mengajar di sekolah antarabangsa, anak melayu duduk di kelas paling belakang bukan sebab tak pandai tapi sebab tak nak belajar, datang sekolah main-main, malah ada yang buat maksiat terang-terang..anak-anak itu akidahnya suci, kalau rosak mereka maknanya berpunca dari ibu bapa yang tidak pandai mencorakkannya..

Di tadika berhampiran rumah, anak-anak melayu perempuan pakai skirt pendek sebagai uniform sekolah, English education katanya..


Wednesday, October 2, 2013




Ants Problem:

Ants hate Cucumbers.
"KEEP the skin of
Cucumbers near the
Place where they are
or at Ant Hole.

To Get Pure & Clean
Ice :
"Boil Water first
before placing in the

To make the Mirror
"Clean with Sprite"

To remove Chewing
Gum from Clothes:
"Keep the Cloth in
the Freezer for One

To Whiten White
"Soak White Clothes
in hot water with a
Slice of Lemon for 10

To give a Shine to
your Hair:
"Add one Teaspoon
of Vinegar to Hair,
then wash Hair"

To get maximum
Juice out of Lemons:
"Soak Lemons in Hot
Water for One Hour,
and then juice them"

To avoid smell of
Cabbage while
"Keep a piece of
Bread on the
Cabbage in the
Vessel while cooking"

To avoid Tears while
cutting Onions
"Chew Gum"

To boil Potatoes
"Skin one Potato
from one side only
before boiling"

To remove Ink from
"Put Toothpaste
on the Ink Spots
generously and let it
dry completely, then

To skin Sweet
Potatoes quickly :
"Soak in Cold Water
immediately after

To get rid of Mice or
"Sprinkle Black
Pepper in places
where you find Mice &
Rats. They will run

Take Water Before
"About 90% of Heart
Attacks occur Early in
the Morning & it can
be reduced if one
takes a Glass or two
of Water before going
to bed at Night"

We Know Water is
important but never
knew about the
Special Times one
has to drink it.. !!

Did you ???

Drinking Water at the
Right Time
Maximizes its
effectiveness on the
Human Body;

1 Glass of Water
after waking up -
helps to
activate internal

1 Glass of Water
30 Minutes
before a Meal -
helps digestion..

1 Glass of Water
before taking a
Bath - helps
lower your blood

1 Glass of Water
before going to
Bed - avoids
Stroke or Heart attack

Chinese Proverb Says:
'When someone
shares something of
value with you and
you benefit from it,
You have a moral
obligation to share it
with others too.'

Monday, September 23, 2013



2/5/13 - I started my work as a research assistant in UPM

5/9/13 - I registered my study as PhD student

30/9/13 - need to submit first draft of journal

30/11/13 - need to submit Chapter 1 & 2 of thesis

I've been here as a student for 5 months more or less, but already need to write up paper and some of the thesis?

I'm riding a bullet train..

In less than two years, I will graduate for sure..hahahaha




So sudden, I remembered the time when I was studying in Penang Matriculation College. Oh, a very sweet memory to be forgotten indeed.  

There was a time that me and my practicum mates planning on going on a camping trip to Bukit Merah Laketown, Perak. It was actually outlined in our curriculum to carry out a program involving all the students in our practicum every semester (we only had 2 semesters for one year of study period). The plan was so great with all the committees being distributed their tasks and commitments. 

Unfortunately, this great and brilliant plan required a large amount of money to spare. Lack of time for preparation and lack of budget, we needed to come up with another plan as soon as possible. Through discussion and chit chat, the girls team somehow came up with a fascinating yet challenging idea. A really new idea for some of us and truly shocking.

"Why not we do some laundry but with charged?". One of my friend, that happened to be the vice-president of the class, suggested confidently. It took some time for us to think. 

"Are you serious?". We looked at each other. Even, the eyes were hardly blinking.

"Yes, I'm serious. There's not much option left. Any other idea?", she asked if only she knew that all her friends were not thinking of anything caused by the sudden-shocking-idea. Who knows when and how the suggestion was eventually agreed by all of us. Doing the laundry by myself for my own clothes is a bit suffocating and exhausting. Yet, the whole block of our hostel? We surely out of our minds. 

The laundry project was started with nervousness, flutter, lose face and all sort of feelings were there in our hearts. Smiling with so much power although feeling embarrassed at the same time, we knocked the doors of the hostel residents one by one at the morning.

"Assalammualaikum. We're doing some laundry with charge of 50 cents per cloth. Do you interested?". Our vice-president spoke firmly. Of course, she should do the "asking job" since she was the proposer, isn't she? 

"Huh?". The girl in front of the door was puzzled with the question. Woke up in the morning weekend and was asked if interested to do some laundry? What the....???

"We're doing this laundry project to obtain money for our camping trip.We only charged 50 cents for a piece of clothing". She explained. The girls nodded quickly and handed to us a bucket full of clothes. Of course, undergarments were not included in the agreement. 

In the afternoon, we'd managed to collect a lot of clothes from shirts, trousers, jeans, skirts, kain batik and so on. Good job indeed. Besides, who would reject such offer? On weekend? It's heaven guys. 

"Enjoy your relaxing moment because someone is doing your laundry job". If only we could say it.

During the afternoon, the washing room was reserved by the so-called Power Puff Girls team. Washing all the clothes together so hard, even we apparently washed ourselves too. Exhausted, tiring, and totally wet but still it was entertaining. At the end, we succeeded the challenge and obtained what we needed the most. 

It was unbelievable for us to do something odd like that just to acquire some money. Well, who knows the power of desperation. Anything is possible right? We did enjoy our camping trip happily after that. The moments were so cherished.

It taught me one thing that day. I guess all of us got some valuable things to keep in their mind and heart. In order to make something that we acquire so meaningful and precious, we must work for it regardless what people around us will say. The more pain, bitterness and hardship we had to overcome, the benevolence will be so sweet when we finally succeed.


Wednesday, September 4, 2013



Hari ni nak perkenalkan peribahasa baru Melayu Moden:

"Bila harga minyak naik, semua orang naik minyak"

Suatu kisah benar..

Satu hari saya, saya ke kedai Speedmart 99 membeli sedikit barang keperluan. Di kaunter pembayaran, seorang ayah dan dua orang anak yang baru balik dari sekolah agama beratur di hadapan saya nak bayar. Si ayah letakkan sebungkus besar Maggi yang mengandungi beberapa peket Maggi di dalamnya. Si ayah letakkan RM2 di kaunter lalu terus pergi. Kemudian, anak-anaknya meletakkan berpuluh-puluh keping duit 10 sen dan 20 sen (yang saya sempat lihat) di atas meja kaunter untuk mencukupkan baki duit Maggi. Paket besar Maggi tu saya rasa lebih kurang RM7-8 kot..

Saya terkedu. 

Di suatu tempat, ada orang mengira syiling
'Orang kaya berkuasa' takkan pandang 20 sen yang jatuh
Tapi di suatu tempat itu 20 sen boleh cukupkan harga makanan untuk dimakan

Mereka 'orang kaya berkuasa'
Mereka takkan rasa keperitan rakyat yang kais pagi makan pagi
Kalau tak kais memang tak makan
Apalah sangat nilai 20 sen

Monday, September 2, 2013



Sejak 'bekerja' di tempat baru ni, rajin pulak saya bawak bekal makanan. Malas nak pergi makan sorang-sorang. Lebihan sarapan kat rumah yang tak habis tu saya masuk dalam bekas. Kalau tidak syaitan lah kenyang. Membazir tu kan saudara syaitan. Bawak jer bekal. Jimat jugak belanja dan minyak kereta nak pergi kedai makan.

Senang jer nak sediakan bekal ni. Masak yang mudah-mudah saja. Roti dengan telur pun jadilah. 

Bekal dunia senang nak sediakan. Bekal akhirat masih banyak yang kosong dan sikit. Di akhirat nanti 'lapar' amalan kerana sikitnya bekalan ketika hidup di dunia. Allah..Allah..Masih belum terlambat untuk berubah. Jom!

Pesanan buat diri..:(



Semester baru 2013/2014 dah dibuka di UPM (semua universiti agaknya dah buka pendaftaran untuk pelajar baru bulan ini). Permohona dalam talian untuk kemasukan ke sidang baru ni pun dah diluluskan cumanya surat tawaran belum menjejakkan dirinya lagi ke dalam peti pos rumah saya. Begitulah kalau pakai pos biasa. 1-2 minggu tempoh sampai tu perkara biasalah. Tapi, agak membimbangkan kerana dokumen penting yang sedang ditunggu tiba. Cepatlah sampai wahai surat tawaranku~~


Teringat zaman Master di USM dulu. Selepas habis 4 tahun sebagai pelajar Ijazah Sarjana Muda, saya jadi pembantu penyelidik 7 bulan, kemudian sambung ke peringkat Ijazah Lanjutan pulak. Batch saya masa tu, 6 orang sahaja pelajar Melayu yang sambung belajar. Semuanya perempuan. Sama-sama jadi pembantu penyelidik, sama-sama daftar belajar. Seronok belajar dengan kawan-kawan yang dah lama kita kenal. 

Kami dulu setiap pukul 12 tengah hari mesti menghilang ke kafe, mengisi perut. Bab makan memang antara yang terawal. Alasan malas nak bersesak dengan pelajar-pelajar dan staf-staf yang keluar makan pukul 1. Petangnya, pukul 4 petang pulak pergi kafe lagi, makan petang. Nak tambah tenaga lah kononnya. Menu petang di kafe pulak memang menggoda perut untuk datang. Buburlah, kuih lah..Sedap!Itulah kerja kami saban hari kalau ada masang lapang dan tak sibuk dengan penyelidikan.

Sekarang, 6 orang ni masing-masing dah bertebaran dengan kerjaya sendiri. Ada yang jadi pensyarah, ada yang jadi chemist, ada yang sambung belajar lagi. Setelah meninggalkan bidang penyelidikan selama hampir 2 tahun, saya kembali semula. Kali ni di tempat berbeza, suasana berbeza, kawan-kawan berbeza, pensyarah pun berbeza. Memang agak susah nak sesuaikan diri. Mujurlah dapat rakan sepenyelidikan yang mesra alam. Saya ni memang tak pandai nak bergaul dengan orang. Tapi, rezeki dari Allah SWT kurniakan kawan-kawan baru yang baik-baik. Saya punya junior satu kursus di USM jadi rakan sepenyelidikan pulak. Alhamdulillah, ada kenalan lama di UPM ni. Segala benda saya tanya dia. Setiap universiti sistem lain-lain. Ambil masa juga nak sesuaikan diri.

Selamat datang buat adik-adik lepasan Matrikulasi/STPM ke alam universiti. Jangan ditimpa penyakit kejutan budaya. Universiti tempat untuk menuntut ilmu tau. Jangan sia-siakan amanah keluarga. Belajar rajin-rajin. Skor subjek setiap semester. Raih anugerah Dekan. Perjalanan sangat panjang yer adik-adik. 


Wednesday, August 28, 2013


Salam ulangtahun wahai kekasihku
Terima kasih Ya Allah atas pertemuan yang terindah ini dengannya
Terima kasih buat ayahanda dan bonda mertua
kerana melahirkan dan mendidik anakmu ini menjadi seorang yang baik budinya
Semoga cintaku padanya tidak mengatasi cintaku padaMu dan RasulMu
dan tidak melebihi cintaku pada agamaMu yang tulus ini

Selamat ulangtahun sahabat baikku dunia dan akhirat
6 tahun kita bersama
Disatukan dengan ijab qabul yang mulia
Mengikut sunnah Rasulullah yang tercinta
Dua hati disatukan dengan iman dan takwa kepadaNya
Semoga cinta kita bersatu demi meraih cintaNya yang paling utama

Wahai suamiku
Buah hatiku
Semoga Allah SWT jadikanmu suami yang pengasih dan penyayang
Menjadi abi yang terbaik buat zuriatmu
Mendidik zuriatmu menjadi penyambung mata-mata rantai perjuangan Rasulullah
Ya Allah, berilah kekuatan buatnya
supaya dapat memimpin tanganku dan zuriat kami menuju syurgaMu
Andai dia salah, berilah petunjuk, hidayah serta hikmah
untuk membetulkan salahnya

Salam ulangtahun yang ke 30 buatmu pendampingku,
Bertambah satu angka dalam hidup
bermakna semakin dekat kita menuju pengakhiran
Semoga hidup kita sekeluarga penuh berkah
dengan amalan yang tak putus-putus buat al-Khaliq
Semoga Allah memilih kita untuk mencintai ilmuNya
menjadi hamba yang sentiasa mengimarahkan rumahNya
dan sentiasa berada dalam halaqah taman syurga

Ibarat kata Imam Nawawi buat si isteri,
Kalau hilang cinta si isteri pada Allah,
hilanglah cintanya juga pada si isteri
Mencintai Allah dan Rasul matlamat utama pernikahan kita
Semoga ianya terpahat kekal dalam hati dan sanubari
Buat ingatan bersama

Salam ulangtahun kelahiran imamku Zarizi a.k.a Abu Ziyad
Happy 6th wedding anivessary
Hadirmu melengkapkan sisi ketidak sempurnaan isterimu ini

Ummu Ziyad
21 Syawal 1434
9.56 am

Wednesday, August 21, 2013




Genaplah 6 tahun usia perkahwinan saya dan Tok Imam saya. Anak pun dah 3 orang. Kalau ikut KPI (Key Performance Index) untuk keluarga kira berjayalah tu kan..

Yang lawaknya, bila sampai ja tarikh 19 Ogos tu, dua-dua orang buat tak tahu, masing-masing tak ingat. Bila bukak Mukabuku ada reminder sebut Annivessary..barulah teringat. Bila bagitau kat Tok Imam, nah haih dia baru teringat..Itulah penangan 6 tahun kahwin, ulangtahun perkahwinan pun boleh ingat-ingat lupa. Bukan tak ingat tarikh nikah tapi tak sedar tarikh tu dah tiba. Ni kes banyak sangat makan ketupat kot hehe..Apa kaitan? Semalam baru berkesempatan buat acara makan-makan sambut ulangtahun dengan anak-anak di kedai makan. 

Alhamdulillah 'ala kulli hal..

Dalam 6 tahun bersama ni, banyak suka dan duka kami tempuhi. Dari tinggal berasingan hampir setahun dok jarak jauh dari Penang-Terengganu, kemudian suami pindah ke Penang menyewa di rumah flat kos rendah, pindah ke rumah teres 2 tingkat, pindah Sungai Petani dan kemudiannya pindah Kajang. Tok Imam pun dari saiz M dah jadi saiz XL, bidadari dia saja yang maintain saiz. Jimat duit Tok Imam nak beli korset ker ubat pelangsing bagai..haha

Semoga kasih sayang yang terbina akan berkekalan hingga ke syurga. Cinta pada Allah akan menjadikan kita cinta pada makhlukNya...:)

Jangan lupa doakan saudara kita di Mesir, Syria, Palestin dan seluruh dunia. Mereka berjuang menegakkan agama Islam di sana, ramai yang sudah tidak dapat menyambut ulangtahun perkahwinan bersama yang tersayang


Friday, July 19, 2013



Poligami tu memang sakit. Sakit hati, sakit jiwa dan sakit kepala.

Semalam, pakat heboh d FB. Ashraf Muslim kahwin lagi. Adoyaii...Tiba-tiba, puisi indah dishare serata tempat hasil nukilan si isteri katanya. Sangat indah. Menusuk hati untuk tumpang bersedih. Ramai tak puas hati. Hari ni dapat tahu nukilan itu bukan dari si isteri tapi teman karib si isteri. Bulan-bulan puasa ni pakat dapat dosa free dok mengumpat.

Penangan orang terkenal kan. Lupa, dia pun manusia biasa. Sebab musabab hanya Allah SWT saja yang tahu. Poligami tu tak boleh ditentang sebab ada manfaatnya kenapa Islam benarkan. Kalau tak mau bermadu, si suami patut dihalang.

Tapi, kalau kahwin di Siam macam mana nak halang kan. Kahwinlah empat pun kalau seorang lelaki itu mampu tapi harus ingat, kalau berkahwin rahsia begitu. Yang akan menjadi susah di kemudian hari adalah isteri dan anak-anak yang bakal lahir nanti. Soal harta pusaka tak payah cerita. Adik-beradik kandung pun  sanggup berbunuhan. Kahwin lah kalau dirasakan diri tak mampu menangung godaan. Sebab itu kahwin kena hebahkan bukan sorokkan. Tapi harus diingat, kahwin bukan sebab nafsu tetapi sebab nak dekat diri, isteri dan anak-anak dengan Allah SWT dan sunnah Rasulullah SAW.

Ramai lelaki kahwin dengan niat mengikut sunnah tapi di pertengahan jalan membiarkan isteri dan anak-anak tenggelam tanpa didikan. Seorang isteri pun dia tak mampu jaga rohani dan agama, jangan berani nak pimpin wanita lain. Pimpin yang satu tu dulu ke jalan syurga bersama anak-anaknya. Barulah pimpin yang kedua, ketiga dan seterusnya.

Berat tau jadi ketua keluarga. Anak isteri tak solat, anak isteri tak tutup aurat, anak isteri tak tahu mengaji, anak isteri tak kenal Tuhan, tak kenal Rasul, kalau si ayah tu mati. Dosa bertimbun-timbun mengiringi.

Ada terfikir nak kahwin lagi? Fikirkan bebanan dosa yang kamu perlu pikul kalau seorang isteri pun kamu tak mampu didik agamanya. Seorang isteri pun nafkahnya tak mampu diberi. Nafkah batinnya tak mampu dipenuhi. Janganlah berani nak berpoligami.

Jangan salah faham. Saya bukan anti-poligami, saya anti suami yang poligami tapi tak adil pada isteri.

Nabi Muhammad SAW setia dengan Saidatina Khadijah r.a sehingga ke akhir hayatnya. Hanya Saidatina Aisyah r.a satu-satunya gadis yang dikahwini baginda selepas kewafatan Khadijah r.a, yang lain adalah janda.

Rasulullah SAW teladan yang terbaik perlu dicontohi. Takkan ada manusia yang lebih adil selain baginda :)



Hari ni dah masuk 10 Ramadhan, bermakna fasa pertama Ramadhan dah sampai ke penghujung. Esok dah masuk Fasa kedua Ramadhan. Apa khabar Iman kita hari ini? Satu-satunya bulan Islam yang mana semua umat Islam hafal tarikhnya dan siap hafal waktu solat terutamanya waktu Maghrib dan Subuh. 

Sopan santun.

Dalam bulan Ramadhan, ramai berubah jadi sopan santun. Yang tak bertudung mula berselendang, yang pakai ketat mula berbaju kurung. Yang tak pernah jejak kaki ke masjid pergi solat terawih. Alhamdulillah, permulaan yang bagus, semoga boleh istiqamah menjdi lebih baik untuk bulan-bulan akan datang.

Ingat! Allah SWT bukan berada dalam bulan Ramadhan saja tau. Dia berada di sisi kita setiap masa melihat kita dan amalan kita.

Sopan santun bukan hanya dalam bicara dan tutur kata. Sopan santun juga boleh diaplikasi di jalan raya. Orang Malaysia ni agak jaguh dalam memandu melalui pemerhatian saya. Selit sana, selit sini, selit sinun. Kita yang memandu dengan penuh berhemah ni naik terkejut beruk kadang-kadang. 


Gunalah lampu isyarat kiri dan kanan tu dengan baik yer. Kalau nak mencelah jangan masuk saja. Kalau terlanggar kan dah berbalah. Sopan santun la yer...Nak masuk jalan kiri, bagilah signal kiri, nak masuk kanan bagilah signal kanan. Bila ada kenderaan yang bagi signal nak ke kiri janganlah kita yang berada dibelakangnya memecut laju ke depan. Kalau terlanggar macam mana? Bagilah laluan.

Buat baik ni bukan tunggu pergi masjid saja tau. Kat jalan raya pun kena buat baik. Barulah selamat perjalanan. Jangan lupa baca doa naik kenderaan. Kita nak Allah SWT yang jaga kita sepanjang perjalanan kan.

Wednesday, July 17, 2013



Nak share sedikit harap bermanfaat.

Ustaz Ebit Lew, Auditorium Kejuruteraan, UPM Serdang

"Andai Rasulullah SAW ada dengan kita" - tajuk lebih kuranglah..hehe

1. Pernah kerajaan Rom menghantar perempuan cantik dengan tujuan nak goda sahabat-sahabat Nabi SAW  dalam perang tapi akhirnya pulang mengadap Raja dengan hampa sebab sahabat-sahabat Nabi bukan setakat tak pandang, jeling pun tidak..kalau pemuda kita hari ni?

2. Rumah Nabi SAW sangat kecil sampaikan kalau Baginda solat terpaksa kais kaki Saidatina Aisyah r.a yang sedang tidur

3. Anak-anak Rasulullah SAW semuanya meninggal ketika Rasulullah masih hidup kecuali Fatimah

4. Saidatina Zainab anak baginda yang paling banyak berkorban untuk agama. Umur 10 tahun, dia sentiasa bawakan air dan kain untuk ayahandanya dan menjaga baginda

5. Rasulullah SAW sangat sayangkan Hasan dan Husin cucu baginda, kepada mereka berdualah ditumpahkan kasih sayang kerana anak lelaki baginda semuanya meninggal ketika masih kecil. Pernah suatu ketika Rasulullah mendapat perkhabaran yang kedua cucunya itu akan meninggal akibat diracun dan dipancung kepala. Saidatina Fatimah menangis ketika mendapat tahu hal itu, Fatimah menyuruh ayahnya mendoakan cucu-cucu baginda tapi baginda kata nak simpan doanya itu untuk umat baginda

6. Rasulullah lahir dari keturunan Nabi Ibrahim

Pesan ustaz, jadilah orang yang bersungguh menjaga agama sebab baginda dan sahabat-sahabat dah bersusah-payah dan berkorban nyawa nak sampaikan Islam kepada kita. Tak malukah kita di akhirat nanti untuk minta pertolongan daripada Rasulullah SAW kalau kita tak menjaga agama kita?

Kalaulah Rasulullah bersama kita hari ini, alangkah sedihnya baginda kerana umatnya yang disayangi sudah jauh dari menjaga agama...

Allah tak memerlukan kita untuk menyembahnya tapi kitalah yang perlukan Allah dalam hidup kita...

Thursday, June 20, 2013



mulut seorang wanita ni memang ada link dengan hati,
kalau ada apa-apa yang terdetik di hati memang laju keluar di mulut,
tak boleh nak pendam,
banding anak lelaki dengan anak perempuan,
anak perempuan lagi banyak mengomel,
sebab itu ramai perempuan update status di mukabuku,
nak cerita tak ada orang nak dengar,
alam mayalah medan luahan hati,
kadang-kadang ngomelan perempuan dikatakan bebelan,
suami sakit telinga, anak sakit hati,
Pernah suatu hari,
seorang lelaki datang berjumpa Saidina Umar al-Khattab khalifah di masa itu,
datang membawa masalah isterinya yang kuat membebel,
hajat di hati mahu meminta pandangan si khalifah,
ketika berjumpa Umar al-Khattab rupanya dia juga dibebel oleh isterinya,
si khalifah hanya diam,
tiada sebutir kata diluahkan untuk menangkis bebelan,
lelaki itu tertanya-tanya,
kenapa sang khalifah tidak saja membalasnya,
ujar Amirul Mukminin yang bijaksana,
"Apa salahnya membiarkan isteriku membebel,
dia yang menjagaku, anak-anakku, rumahtangga kami,
apalah halnya jika dia sekadar membebel kepadaku"...
janganlah berkecil hati dengan bebelan seorang isteri,
isteri itu akalnya kurang,
perlu bimbingan bukan pukulan dan tendangan,
terima pasangan seadanya kerana kita juga tidak sempurna :)

Monday, June 10, 2013



Sekarang timbul satu isu pulak di media sosial perihal vaksinasi @imunisasi kanak-kanak. Isu ni dah lama sebenarnya. Tapi, disebabkan ada seorang hamba Allah ni sebarkan surat enggan menerima vaksinasi untuk anak-anak dia, jadi buah mulut pulak. Orang perempuan terutamanya para ibu ni kalau benda melibatkan anak-anak ni janganlah dijolok-jolok. Meletup tak pasal-pasal.

Perlukah ambil vaksinasi ni?

Aha..tanyalah mereka yang pakar. Kalau saya jawab nanti ada doktor yang marah atau ada ibu yang marah pulak. Terus-terang saya tak ambil imunisasi ni untuk anak-anak saya selepas mendengar dan mendapatkan pandangan dari yang pakar. Saya sendiri pun mak saya tak bagi imunisasi dari kecik. Alhamdulillah, sihat jugak membesar. Demam, batuk, selsema tu perkara biasalah kan. Bak kata doktor, membina antibodi badan secara semulajadi.

Kalau ada ibu yang dah ambil, teruskan saja kalau anak-anak tak ada masalah kesihatan yang besar. Kalau ada ibu yang tak nak ambil pun saya rasa tak perlulah kita kata ibu ni tak reti jaga anak, berlagak pandai atau sebagainya. Anak dia kan, kalau sakit dia yang jaga. Yang pasti, rujuk kepada doktor Islam yang boleh dipercayai, berpengalaman, bersikap adil dalam soal imunisasi bukan semata-mata baca buku teks tau. Sebagai ibu atau bapa, kita kena ambil tahu sumber-sumber makanan atau ubat-ubatan yang dimasukkan dalam tubuh anak kita sebab semua tu mempengaruhi akhlak anak kita nanti.

Sekarang, saya baru dapat ilmu untuk dekatkan suami, anak-anak saya dengan pemakanan sunnah. Saya tengok respon positif dari orang yang amalkan. Mestilah, makanan nabi Muhammad SAW kan. FYI, Nabi Muhammad SAW tak pernah sakit tau sepanjang baginda hidup sebab baginda menjaga amalan pemakanan. Saya rasa bagi ibu-ibu yang tak ambil imunisasi untuk anak-anak bolehlah bagi anak-anak makan badam, kurma, susu kambing, madu sebagai makanan tambahan. Kalau anak sakit, cuba rawatan secara herba yang bahannya ada dalam dapur rumah kita saja. Ajaib kan. Kan Allah SWT dah bagitau, semua penyakit ada ubatnya. Ubat tu pulak ada dalam alam sekitar kita. Yang pasti selamat dan tiada kesan sampingan kalau digunakan untuk anak-anak dan keluarga kita. 

Anak-anak saya asyik on-off demam for a month, sekarang dah beransur-ansur pulih. Alhamdulillah, berkat menggunakan herbal medicine. After this, say no to drugs hokey..hehe..Dah-dah jangan berbalah pasal imunisasi ni. Setiap dari kita ni cara hidup dan penerimaan berbeza, asalkan tak bagi mudarat pada diri teruskan saja. Plus, do some research also..internet kan ada. Blog doktor-doktor pakar pun ada. Boleh try baca pandangan mereka tentang imunisasi then you choose the best for your children.

Kepada pengamal perubatan, I think you should do some research on your own about vaccination on behalf of all Muslims then publish to public. Jihad tu. Ada doktor yang buat kajian dan bagitau perkara sebenar pada pesakit tapi dia pulak yang dikenakan tindakan oleh orang atasan. So not fair lah...Kita tahu kan, vaccination ni diperkenalkan oleh orang bukan Islam dan sepatutnya kita orang Islam rasa curious about this issue kan. Atau Ibnu Sina (father of medicine ada mention about vaccination in his book???) Sebagai orang Islam, kaji dan selidik kebenarannya. Jangan cedok dari buku bulat-bulat. Buku sejarah yang kita belajar masa di sekolah tu pun banyak salah kan. My 2 cent opinion as a mother with curiosity...jangan marah arr..



Amboi! Sibuk sungguh menjadi seorang perempuan. Siang bangun pagi-pagi siapkan bekal anak nak ke taska, siapkan pakaian anak-anak dan suami serta siapkan baju kerja sendiri. Hantar anak pergi taska dan terus pergi kerja.

Petang, ambil anak di taska dan balik rumah. Tengok rumah bersepah-sepah, kemas rumah sekejap. Kemudian, masuk dapur masak ala kadar. Selepas makan, basuh pinggan yang beranak-pinak seperti ada 10 orang dalam rumah padahal 5 beranak jer..Basuh kain menggunakan mesin basuh kalau longgokan kain tak basuh dah boleh bina menara KL yang kedua, sidai kain, gosok baju untuk esok.

Selepas tu, anak merengek-rengek nak tidur dengan ibu. Anak menyusu sampai umur 2 tahun ni memang tak boleh berenggang dengan ibu. Berhenti buat kerja sekejap, pergi layan anak. Masa ni kalau anak buat perangai memang cepat saja kena marah. Aduh, dah hilang sifat sabar bila badan dah letih kan. Kadang-kadang masa nak tidurkan anak, ibu tidur sekali jadi kerja rumah yang tak siap tu terpaksalah sambung esok pulak. 

Bila anak dah tidur, layan laptop sekejap. Kadang-kadang kena layan customer nak beli telekung, baju, ikan pekasam..tak apa layan sekejap bukan lama sangat pun. Ada juga terpaksa siapkan translate/proofread document customer kalau nak cepat (kalau ada yang nak guna servis saya tu janganlah bagi last-last minute yer uolss..kelam-kabut hidup saya nanti).

Selalunya, sayalah yang paling lambat tidur dalam keluarga. Tapi kadang-kadang sayalah orang pertama yang tidur dulu kalau dah super duper letih...Terpaksalah Tok Imam saya yang layan anak-anak dia pulak. Bolehlah kan..dah nama anak pun berbin/binti kan ayah. Apa salahnya ayah layan kerenah anak-anak. Masa sibuk ni kalau Tok Imam kita tolong serba sikit rasa beban sebelah bahu dah terangkat. Serius..

Hari ni dah 1 Syaaban, cepatnyer masa berlalu..kita dah masuk pertengahan tahun 2013. Kira-kira 30 hari lagi nak puasa..wah tak sabar..Semoga boleh merasai dan beribadat dalam bulan Ramadhan bersama suami, anak-anak dan ahli keluarga yang lain. Bulan puasa nanti rasanya bazar Ramadhanlah tempat saya dan suami mencari juadah berbuka puasa. Masak waktu sahur dan cuti sajalah kot eh..hehhe..Tarawih mestilah kat rumah saja dengan anak-anak kecil ni, susah nak pergi masjid. Tak apa sunat saja, yang penting solat wajib tu kena pergi masjid. Yang sunat berkejar-kejar nak buat, yang wajib pulak berciciran. 

Para bidadari sekalian, rajin-rajinlah doakan Tok Imam kita rajin solat jemaah di masjid/surau. InshaAllah bertambah bahagia rumahtangga :)..

Tuesday, May 28, 2013



Firaun yang mengaku diriya Tuhan, binasa di laut Merah kerana doa Nabi Musa dan Nabi Harun yang teraniaya

Wahai orang zalim, doa orang dizalimi tak ada hijab dengan Allah SWT tau..

Thursday, May 16, 2013




..kalau tak nak ilmu...:)..Dah alang-alang klik tu bacalah sampai habis..

semalam terdengar bicara seorang Prof (x tau nama sebab dengar pun dah nak habis) di IKIM prihal ekonomi negara. Antara intipati yang masih ingat:

~ hutang Malaysia dah mencecah RM550 billion (billion tu bukan banyak lg dr million ka??)

~ bukti-bukti dari Jabatan Audit negara ada menyatakan berlakunya banyak ketirisan dan pembaziran wang negara..

~ ada seorang pemanggil tanya pendapat Prof. boleh ker buat perlaksanaan turunkan harga minyak? Prof. kata mungkin boleh kalau ketirisan dan pembaziran wang negara dikurangkan, kena cuba buat sekali baru kita tahu boleh laksana atau tak (serius Prof tu yang cakap macam ni..bukan saya tambah)

~ tak wajar kerajaan kenakan GST pada rakyat terutamanya rakyat pertengahan yang akan menghadapi kenaikan taraf hidup, padahal ketirisan dan pembaziran wang negara terus-terusan berlaku, sedangkan ada pihak lain boleh hidup bersenang dan bermewah kerana mengamalkan rasuah untuk dapat tender projek sebagai contoh

~ rakyat sepatutnya menggesa kerajaan supaya membentangkan laporan kewangan, hutang negara, cara nak langsaikan hutang pada rakyat supaya kita tahu apa yang kerajaan buat

~ jika tiada tindakan dilakukan oleh kerajaan untuk langsaikan hutang yang semakin bertambah, bila-bila masa Malaysia akan mengikut jejak langkah negara Eropah yang dah muflis, ramai rakyat hilang pekerjaan, hutang bertimbun-timbun,kalau bukan berlaku pada masa kita mungkin akan dihadapi oleh generasi anak, cucu, cicit kita

~ ada yang tanya kenapa harga rumah dan kereta tinggi, tak bolehkah kerajaan buat sesuatu? Prof. kata kenaikan harga rumah tak boleh salahkan kerajaan kerana ia berkait dgn supply & demand, hari ni ramai orang membeli rumah atau hartanah sebagai aset, demand sentiasa tinggi dari rakyat jadi pemaju menyediakan supply yang banyak jugak, ada permainan harga dari pemaju dan pihak bank apabila demand tinggi, kalau kerajaan turunkan harga rumah nanti pemaju dan bank akan bising sebab tak ada bisnes

~ rakyat hari ni terlalu ramai guna kad kredit, kad kredit ni akan menambah hutang yang sedia ada dan ramai dah jadi muflis kerana hutang kad kredit, jika hutang rakyat bertambah akan menambah jugak hutang kerajaan

~ rakyat tak ambil peduli bagaimana kerajaan menguruskan wang negara, yang rakyat minta bagi bonus, naik gaji padahal kalau gaji naik, harga barang semua naik, berlaku inflasi, tak selesai jugak masalah

based on apa sy dgr, Prof. ini bersikap neutral, hujahnya berpandukan kepada bukti dan fakta yang benar dan analisis yang dibuat berdasarkan apa yang dah berlaku pada negara lain..

Jom jadi rakyat yang prihatin, bangsa Cina dan India dah mula buka mata, bangsa Melayu takkan nak pejam mata, tutup telinga lagi, kemon la...maklumat di hujung jari maaa...

Monday, May 13, 2013



Sempena Hari Guru yang bakal datang.

Semasa tinggal di asrama Tingkatan 1, pelajar kalau duduk di asrama, asal cikgu tak masuk saja kerja utamanya adalah tidur. Kebanyakan pelajar macam tu termasuklah saya. Teori ini semakin sahih apabila kemudiannya saya pindah sekolah, dah tak duduk asrama. Tapi, bila ada cikgu-cikgu tak masuk kelas, aktiviti kawan-kawan saya yang tinggal di asrama adalah tidur jugak. Penjelasan yang terperinci masih dalam peringkat kajian. 

Nak dijadikan cerita, ada satu hari semasa saya belajar disekolah berasrama, tak tahulah kenapa, hari tu saya mengantuk sangat. Padahal, malam-malam bukan buat apa sangat pun, prep jer..buat kerja sekolah. Waktu tidur pulak sama macam kawan-kawan lain sebab pukul 11 malam lampu dah kena padam. Habis saja sesi kelas pertama sementara nak tunggu cikgu lain datang, entah macam mana saya terlelap atas meja. Entah berdengkur entah ke tidak. Saya pun tak pasti, dah nama pun tidur kan. Rasa nikmat yang teramat boleh tidur walaupun pelapiknya keras, beralaskan meja. 

Semasa tengah tidur tu tiba-tiba muka saya disapa angin sepoi-sepoi bahasa. Aduh, bertambah nyenyak nak tidur. Dalam hati berharap kelas batal hari ni jadi boleh terus sambung tidur. Sambil melawan rasa mengantuk tu saya gagah celikkan mata. Allah, terkejut saya bila nampak cikgu depan mata. Rupa-rupanya angin sepoi-sepoi bahasa tu datangnya dari cikgu saya. Kawan saya kata, semasa saya tidur tu dia dok tiup-tiup muka saya. Adeh, malunya...

Semasa saya Darjah 2. Saya ni bukan lahir dah terus pandai. Saya ni sangatlah lemah Matematik. Memang tak suka subjek nombor-nombor ni. Saya paling suka Bahasa Inggeris. Cikgu yang mengajar Matematik saya waktu tu tersangatlah garang. Muda, belum kahwin, comel, kulit putih gebu, pakai skarf ikat belakang tapi garang macam singa. Setiap kali dia bagi kerja sekolah, dia akan duduk di belakang kelas kemudian panggil seorang demi seorang untuk periksa kerja sekolah. Ada yang rasa nak terkuvl, yang menggigil-gigil seram sejuk pun ada, yang nak menangis pun ada.

Bila sampai giliran saya, masa tu baru belajar operasi tolak banyak-banyak nombor. Kalau nombor yang nak tolak tu kecil kena pinjam 1 dari nombor di sebelah baru boleh tolak. Tapi saya ni tak reti. Kerja rumah buat sendiri. Konon bijak sangat tak minta tunjuk ajar mak ayah. Anak sulunglah katakan. Independent bagai. Saya dah dapat bau rotan. Terketar-ketar tunjuk buku kat cikgu. Apalagi, habis pinggang lebam kena cubit. Semua soalan saya jawab salah. Setiap kali cikgu tu masuk kelas, memang trauma. 

Macam-macam pengalaman masa sekolah. Ada yang manis dan ada yang lucu. Tapi, terima kasih pada cikgu-cikgu yang banyak bantu saya sampai ke peringkat ini. Mak saya kata, bagus kalau dapat cikgu garang, cepat belajar. Saya memang selalu dapat cikgu garang. Sampai masuk U pun dapat pensyarah garang jugak. Disebabkan kegarangan itulah saya berjaya tamatkan sekolah dan grad Master dengan jayanya. 

TERIMA KASIH CIKGU. InshaAllah, saya kenang cikgu-cikgu saya dalam doa saya. Semoga Allah limpahkan keberkatan dalam hidup semua cikgu-cikgu saya dari SK Pendang (Kedah), SK Tengku Ampuan Mariam (T'ganu), SK Pusat Chabang Tiga (T'ganu), SMKA Yan (Kedah), MMAS (Kedah), SMK Tunku Temenggung (Kedah), KMPP, USM Kampus Kejuruteraan.

Buat bonda saya Zaitun Hj Rofie, TERIMA KASIH, dialah guru pertama dalam hidup saya...

Thursday, May 9, 2013



PRU13 dah habis tapi perjuangan masih belum habis. Pakatan memang kalah tapi kalah yang bergaya sebab berjaya kurangkan kerusi yang dimenangi puak parti biru. Banyak dah bagi ulasan orang Cina dah tolak parti biru..depa dah sedaq, orang Melayu ja yang tak sedar-sedar lagi..

Tapi nak buat macam mana, tak semua pandai guna internet, ramai yang berguru dengan TV dan suratkhabar arus perdana saja, kalau TV dan suratkhabar kata biru, birulah mereka, kalau TV dan suratkhabar kata hijau maka hijaulah mereka..

Buat para pengamal media masa arus perdana, sudah-sudalah dok jadi batu api melaga-lagakan kaum di Malaysia ni...orang Malaysia ni bukan macam 50 tahun dulu tau..orang dah pandai baca, p sekolah, masuk universiti, pakar IT, doktor, jurutera, cikgu dan segalanya tau..nanti kena sama sampai bankrup baru tau..


Bukan nak ulas pasal pilihanraya. Boleh baca kat blog ilmiah lain na. Cek cuma nak habaq keseronokan balik mengundi kali ni walaupun cek tak mengundi sebab terpaksa pulang ke kampung suami. Terkilan sepanjang hayat wooo..

Best sungguh balik masa mengundi ni. Ada yang pasang bendera di kenderaan masing-masing. Tak kiralah warna biru, putih, hijau atau biru muda. Masing-masing tunjuk semangat mengundi. Yang paling sayu dan terharu bila masing-masing 'menyapa' satu sama lain di jalan raya dengan menaikkan lampu bila mana ternampak kenderaan yang menyokong parti yang sama. Ada juga yang tunggu perantau di tepi jalan sambil dok kibar-kibar bendera. Terbaik!!! Kami pun join sekali naik lampu..baru rasa semangat nak balik mengundi kan..

Orang Malaysia tak kira bangsa dah bersatu la kome...satu parti tu jer yang dok berbalah sesama sendiri. 

Perjalanan balik Terengganu yang biasanya ambil masa 7-8 jam jadi 18 jam. Antaranya disebabkan oleh jalan sesak macam balik raya, Tok Imam dah stress bawak kereta sebab asyik jem saja sepanjang jalan lalu asyik berhenti di tepi jalan tidoq..

Kami dah terkena CAR LAG..bukan JET LAG..sampai pening dan sakit habis satu badan punya la lama dok dalam kereta..

Lepas ni balik naik bas saja..Kos lebih kurang sama..dalam 5 tahun sebelum PRU14 ni macam-macam boleh jadi..harap-harap yang benar akan mengatasi yang batil dan menipu..

Monday, April 8, 2013



Satu hari, saya dan Tok Imam pergi makan di kedai feberet Tok Imam di kawasan Bangi. Feberet la sebab dia boleh makan nasi kerabu kegemaran. Nak harap Bidadarinya ni buat, tahun depan belum tentu siap...Nasib la kahwin dengan orang Kedah kan tapi saya pun suka jugak makan nasi kerabu ni. Thanks to him la...Lap air liur yang menitik tu saya bukan nak bagi resepi nasi kerabu..tapi.....

Semasa kami tengah makan dengan penuh selera sebab lapar tahap gaban, datanglah seorang adik usia 11-
13 tahun kot, kulit hitam manis, pakai sling bag, bawak resit di tangan, pergi dari satu meja ke satu meja yang lain..Dia cakap kat saya, "Nak sedekah kak?"..

Saya seluk beg tangan, saya ni bukan orang kaya jadi saya pun bagilah setakat yang saya ada. Maklumlah surirumah jer..Adik tu pun terkumat-kamit mulut dia ucap terima kasih, nak bagi resit tapi saya tak nak resit cukup saya bagi duit tu pada dia.

Riak lah bagitau kita bagi sedekah kat orang. Nak tunjuk baik ke apa? Tak. Saya bukan nak bagitau yang saya ni lah manusiapaling baik seluruh alam bagi sedekah kat budak tu. Cuma saya sedih tengok budak tu..dia pergi dari meja ke meja tebalkan muka minta sumbangan tapi ramai yang geleng kepala tak nak bagi sambil dok tekan henset iPhone, Samsung Galaxy, pakai beg tangan Gucci (ori ka tiruan tak taulah), pakai baju mahai-mahai, makn sedap-sedap lauk-pauk penuh pinggan tapi berkira nak sedekah walaupun sekeping senyuman yang manis..

Manusia memang tak bersyukur kan..Allah dah tunjuk kesusahan di depan mata untuk kita tolong tapi kita buat endah tak endah saja...Mungkin orang akan kata, "Budak tu mesti dari sindiket, jangan dok bagi nanti kayalah sindiket tu dok tipu kita".

Memang..banyak dalam TV, wartawan bongkarkan rahsia-rahsia si peminta sedekah kat jalan-jalan, even yang budak-budak ni biasanya ada organisasi yang gunakan depa untuk cari duit dengan jalan mudah. Suka menipu orang konon-konon derma anak yatim lah, sedekah orang sakit la..bla bla bla..

Tapi, saya bukan hakim, bukan wartawan nak selidik semua tu sehingga ke akar umbi. Saya pun tk reti nak interview budak dari mana dia datang dan ke mana dia akan pergi...Siapa yang hantar dia dan sebagainya..Kasihan tengok budak tu berhujan panas dari siang sampai malam minta sedekah/sumbangan..kalau pun tak nak bagi banyak bagi seringgit pun tak apalah kawan-kawan sebab Malaikat Rakib dan 'Atid dok catat.."Si fulan bin si fulan ada bagi sedekah seringgit kat seorang budak kecil"..Manalah tahu kot-kot sedekah seringgit tu boleh selamatkan kita dari siksa api neraka. Kalau boleh pakai handset mahal, pakai baju mahal, kereta besar, rumah mewah,,,seringgit pun nak berkira ker?

Kita ni amalan tak banyak, solat pun tak khusyuk, solat sunat pun ikut rajin jer, al-quran pun kadang-kadang jer baca..entah-entah sebab sedekah seringgit boleh masuk syurga kan..Hal dia nak tipu ke apa tu serah pada Allah SWT..sekurang-kurangnya Allah dah saksikan perlakuan dan niat kita untuk membuat kebaikan..

Sedekah ni bukan sahaja memeberi pahala tapi boleh selamatkan kita dari musibah kemalangan atau kesihatan, kalau peniaga kena banyak sedekah sebab boleh jadi penyebab isnes maju Ustaz Azhar Idrus yang kata..

Alhamdulillah ya Allah..semoga Allah jadikan kita orang yang pemurah :)



Saya kagum dengan orang bangsa Cina. Bagaimana mereka boleh bijak berniaga. Kita semua sudah maklum, biarpun Malaysia ni majoriti bangsa Melayu tapi yang menguasai ekonomi adalah bangsa Cina. Baik dari syarikat yang besar hinggalah ke kedai runcit. Saya tertanya-tanya bagaimana mereka ini boleh bertahan walaupun berniaga kecil-kecilan bersaing dengan hypermarket yang tumbuh bagai cendawan selepas hujan. Mana nak bayar sewa kedai, nak bayar pada pembekal dan sebagainya. Erm..saya tak ada kawan Cina yang berniaga, kalau ada dah tentu saya nak berkongsi cerita dengannya. Ada siapa-siapa yang nak berkongsi cerita dengan saya? Saya budak baru belajar...Memang saya kagum dengan kebolehan bangsa Cina berniaga.

Saya juga dapat perhatikan kebanyakan peniaga Cina pandai berkomunikasi dengan pelanggan, ramah-mesra. Cara mereka mengambil hati pelanggan memang tip top. Tak banyak sikap seperti itu dalam kalangan peniaga Melayu. Pernah saya ke kedai peniaga berbangsa Melayu tetapi bersikap acuh tak acuh bila ditanya, muka pulak masam, kalau ditanya mulalah nak marah-marah, memang itulah kali terakhir saya ke kedainya. Bagaimanalah ekonom peniga Melayu nak maju dengan sikap sebegini? Pesan saya yang setahun jagung dalam bisnes ni, janganlah berbisnes kalau tak mahu melayan orang.

Jom kita jadi usahawan (walaupun secara sambilan dan kecil-kecilan) yang berhikmah. Jaga akhlak dengan pelanggan dan peniaga lain. Huhuu..semoga Allah SWT permudahkan. Tak rugi kita berbudi bahasa dan baik dengan orang lain sebab pengakhirannya kita akan dapat kebaikan baik dari segi rezeki atau kemesraan orang terhadap kita. Saya suka ramai kawan, saya tak suka ramai lawan. Buat para peniaga sekalian, tak perlulah melenting bila berurusan dengan pelanggan. InshaAllah sikap baik yag ditunjukkan akan mencairkan hati pelanggan. Biar pun macam-macam kerenah kita kena layan.

Buat para pelanggan/pembeli atau bakal pelanggan/pembeli, berurusanlah dengan akhlak yang baik juga. Setiap perkara ada solusinya. Tak perlu diperbesarkan masalah kecil sampai berbalah sesama sendiri. Kalau tak reti nak berkawan dan baik dengan orang, asyik nak cari sila duduk di Gua Kelam atau Gua Niah dan berkawanlah dengan kelawar-kelawar di sana hahaha...

Jemput lawat dan like page kedai online saya Zaitunrofie Muslimah Shop di facebook ya...TQ ^^

Thursday, April 4, 2013



Excited benor pilihanraya ni sebab lama sangat menunggu ibarat bulan jatuh ke riba..Dari sebulan ke sebulan sampai menginjak tahun 2013, tak jugak diumumkan bubar parlimen. Eventually, yesterday is the day..alkisah nak cukupkan 4 tahun dia angkat sumpah rupanya. Tapi muka macam kelat sikit masa announce pembubaran tu..risau kott!! hehe...Yang tak tahannya bila si dia tu sempat lagi berkempen disuruh bagi mandat..Barang lama ni kalau selalu pakai naik cemuih la wei tak ada perubahan..sembang ja kemaih tapi hasil dok macam tu jugak..

Pilihanraya kali ni merupakan peluang kedua saya mengundi, tempat mengundi DUN TOKAI, PARLIMEN PENDANG..dengar kata Mat Sabu bertanding di Parlimen Pendang..wahhh sure sengit nih..Tapi saya dok berkira-kira macam mana nak balik mengundi ni sebab Tok Imam saya kena mengundi di Jerteh, Terengganu. Rugila kalau tak mengundi. Tapi kalau tak boleh jugak nak buat macam mana..terpaksalah cabut undi dulu di rumah nak balik mana..Predicted date untuk mengundi katanya 27/4 (Sabtu)..kalau bos Tok Imam baik hati, mugo-mugo dia bagi cuti lebih untuk staf yang duduk jauh ni haa..Boleh minta Tok Imam hantar Bidadarinya ni balik mengundi di Pendang lepas tu dia balik la Jerteh, kan...

Awatlah tak tukaq alamat IC awal-awal..kan dah susah..Tapi nak tukaq IC pun kena isi borang bagai, ambil masa jugak nak siap..tunggulah dok umah sendiri nanti tukar alamat di IC..jadi warganegara Selangor hakhak..Untunglar sebab tak payah bayar bil air..jimat duit teman yop!! Kalau nak terus dapat air percuma..bil air tak payah bayar, internet percuma yang bolek akses kat rumah, elaun surirumah..haaa taula kan nak undi mana..

Syeikh Said al-Sabouni pesan, kalau nak pilih pemimpin pilih yang beragama, bukan yang cakap berdegang2 nak pertahankan kalimah Allah tapi aurat tak tutup, berdegar2 cakap nak pertahankan syariat Allah tapi hukum hudud tolak mentah2, undi kita tu Malaikat Roqib dan Atid catat tau..pilih pemimpin yang selalu bawa perkara mungkar, konsert K-Pop, pakai rantai, tak tutup aurat, rosaklah masa depan anak-anak kita nanti..jawablah di hadapan Allah SWT nanti..kalau pilih pemimpin yang betul2 amalkan Islam dalam diri dan keluarga serta orang disekelilingnya, nescaya sejahteralah hidup dan akhlak anak cucu cicit kita di kemudian hari dengan rahmat agama Allah disemarakkan..Takbir!!! Allahu akbar!!

Study baik2 sebelum mengudni nanti, jangan silap undi, jangan buat undi rosak, VOTE WISELY for the sake of ummah and Islam..Pray for the victory of Islam..

Wednesday, March 20, 2013




Wednesday, March 6, 2013



Tadi terbaca status di mukabuku.

Ada orang marahkan orang yang tak sokong BN. Katanya, kalau tak nak sokong BN, jangan guna kemudahan yang BN bagi, duduk di negara orang lain...lebih kurang lah maksudnya setelah diringkaskan bebelannya yang panjang lebar.

OK, fine. Kalau orang tu tak nak pakai hukum Islam, tak nak ikut syariat Allah SWT, jangan makan dan minum rezeki Allah bagi, jangan hirup udara yang Allah bagi, jangan hidup di dunia yang Allah cipta...boleh??

Gunalah akal yang Allah SWT bagi kalau nak bercakap yer..

P/S: Undi saya tetap rahsia..



Tadi terbaca artikel di akhbar Kosmo. Tak sangka ada jugak cerita lawak pasal Sabah ni.

1# Nur Misuari, dia ni pemimpin MILF yang selalu digelar militan Islam di Filipina, dia bagi amaran pada pihak Malaysia supaya tentera "Sultan" Jamalul Kiram tu tidak dibunuh..

2# Kedutaan Malaysia di Filipina diserbu dengan para pendemonstrasi yang menuntut supaya Malaysia tidak menyerang tentera Sulu...

Dah nampak macam Malaysia pulak yang menceroboh padahal siapalah yang datang negara orang degan senjata selepas beratus tahun tiba-tiba kata Sabah tu tanah mereka. Memang lawaklah...Nenek moyang siapa yang gadaikan Sabah tu pada British?

Ini macam kes Israel dengan Palestin. Sudahlah Israel tu menceroboh tanah Palestin, dihalau dan dibunuh rakyat Palestin supaya dapat menubuhkan negara Israel. Bila ditentang, rakyat di tanahair sendiri dilabel sebagai pengganas. 

Sepatutnya, Nur Misuari dan para pendemo tu pergi nasihat si Sultan Kiram tu supaya berundur dari Sabah. Bukan pihak Malaysia yang cetuskan dulu isu ni. Di Sabah tu ramai keturunan Sulu tetapi masing-masing harmoni dan aman tinggal di Malaysia. Kenapa pulak rakyat dari Filipina nak menuntut Sabah yang sudah sekian lama jadi sebahagian dari Malaysia? 

Hope that it will end soon. 

Monday, March 4, 2013



Rasa tak tenang dengan kes pencerobohan di Sabah ni. Sekarang sudah merebak ke Tawau pulak. Kasihan sama rakyat di Sabah. Buat teman-temanku di sana, bertabahlah menghadapi ujian dari Allah SWT ini. Semoga ketegangan ini segera tamat. Takziah buat perajurit yang terkorban. Andai langkahmu ke medan juang itu untuk memperjuangkan agama dan kebenaran. InsyaAllah gugurmu sebagai syuhada. Allah lebih tahu kedudukanmu di sisiNya kelak.

Kerajaan Sulu itu adalah kerajaan Islam. Mengapa harus berperang sesama saudara seagama yang sama-sama mengucapkan dua kalimah syahadah. Sama-sama menjadi umat Nabi Muhammad SAW. Sama-sama solat 5 waktu dan lain-lain. Kita satu iman, satu akidah. Sepatutnya di saat umat Islam Sunni dan Syiah bertelagah di Syria mengorbankan ribuan nyawa, di saat umat Islam di Palestin sehari-hari bermandi darah, di saat umat Islam Rohingya di Myanmar dihambat dengan peluru dan umat Islam di segenap tempat dituduh sebagai pengganas, diinjak-injak dan dipijak-pijak oleh golongan zalim, ita seharusnya bersatu membangunkan daulah Islamiyah.

Hanya kerana tanah yang tak seberapa di dunia yang sementara atas nama pangkat di dunia sahaja, sehebat mana pun kita bermain senjata, pasti tak akan dapat membalas pukulan Malailat Munkar dan Nakir di alam kubur kelak. Walau bergelar "Sultan", "Presiden", atau "Perdana Menteri",  sampai ajal akan dibenam ke dalam tanah juga...

Semoga Allah SWT tunjukkan kebenaran yang sejelas-jelasnya dan jatuhkan pihak yang salah dan menangkan pihak yang benar. Buat saudara segama yang terpesong dari kebenaran, semoga Allah SWT palingkan hatimu ke pangkal jalan.


Monday, February 25, 2013



Kabare? Waras, alhamdulillah. Tapi ramai juga yang tak waras sejak-sejak nak pilihanraya. Tak boleh nak fikir yang mana baik dan yang mana buruk...teeeeetttt..selingan iklan dah tamat..

Minggu lepas ada teman seperjuangan berkongsi tajuk gosip ilmiahnya...haha gosip ilmiah pulak dah..menangis kakitangan Dewan Bahasa dan Pustaka kerana telah memporak-perandakan bahasa ibunda. Silalah kembali ke pangkal jalan..


Lalu, ditanya pendapat saya. Memang setuju banget sama tajuk...Perempuan masa single memang berdikari sangat. Masak sendiri, basuh kain sendiri, cuci pinggan sendiri, cari nafkah sendiri, perabih duit sendiri,beli barang dapur sendiri, urusan rasmi buat sendiri, pendek kata semuanya sendirilah..Memang berdikari dari kari...

Tapi, bila dah kahwin, "Abang, tolong belikan ikan?"..."Abang, tolong poskan parcel ni yer"..."Abang, tolong top up kan handphone"...Abang itu, abang ini..semuanya dah tinggal "kari".."berdi" dah buang ke laut hahaha...Ate, kalau tak boleh minta bantuan dari pasangan hidup yang bergelar suami, nak minta tolong siapa kan. OK What! Tapi, tetap kerja rumah semua buat sendiri, sape kata perempuan tak berdikari selepas kahwin? Masak sendiri jugak, basuh baju sendiri jugak, kemas rumah sendiri jugak, jaga anak sendiri jugak...

Cuba tengok orang lelaki. Sebelum kahwin, basuh baju sendiri, masak sendiri walaupun masak megi kari, lipat baju sendiri, kemas rumah sendiri...Tapi, bila kahwin, baju dah dibasuh, makanan dah dimasak, rumah dah dikemas, anak-anak ada orang jaga, baju-baju dah digosok...suami balik kerja baring atas sofa ada yang bawakan air minuman, hidangkan makanan..selepas makan meja makan dah ada yang kemaskan, pinggan mangkuk ada orang basuh...suami cuma berdikari suap nasi masuk ke mulut, buka mata untuk tengok TV..


As a conclusion, baik laki mahu pun perempuan memang kedua-duanya tak boleh berdikari selepas kahwin sebab  perkahwinan itu adalah satu perkongsian. Sama-sama berkongsi tenaga untuk membina rumahtangga yang selesa, aman dan sentosa. Sama-sama berkongsi tenaga untuk uruskan rumahtangga dan anak-anak...Kalau satu pihak jer kena berdikari buat semua kerja, one day dia akan collapse jugak..Mesin kalau operate 24 jam non-stop pun rosak tau, kalau boleh repair tak apalah, kalau rosak teruk orang buang beli baru..menangislah mesin tu tak ada orang peduli...Takkan nak layan your life partner ibarat mesin kan..Kata teman sehidup semati...

P/S: Anak sulung saya ni memang die hard fan kari style..hari-hari suruh ibu dia masak kari..adoi, nanti kena cari menantu orang penang la selalu makan kari..

Saturday, February 23, 2013


An inspiring story to be shared...
PROFESSOR Dr Muhaya Mohamad, 52, holds teachers in high regard. Her father, army leftenant Mohamad Busu, instilled into young Muhaya a respect for them -- she was to visit her former teachers, whether in her home state of Trengganu or in Johor where she attended boarding school from remove class until Form Six.
Life in her formative years was disciplined. Her father stressed the importance of education and Islam in their lives. His five children (including an adopted child) were to have their evening bath by 6pm. He picked the movies they watched and TV and radio were only allowed for academic and Science programmes.
While Dr Muhaya felt envious of her cousins, who lived together with her family and had more freedom in their choice of leisure activities, she valued his vision. In 1966, her far-sighted father hired a tutor to teach his children English and Mathematics at RM15 per month at home.
And the doctor should know the distinction between "sight" and "vision". "You may have failing sight and yet have great vision," says Dr Muhaya, who is a consultant ophthalmologist and head of the department of ophthalmology at Prince Court Medical Centre, Kuala Lumpur.
The former Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) graduate was the first recipient of the Toh Puan Rahah Award for the most outstanding female student -- both in academic work and personality -- at the institution in 1982. When she graduated with a medical degree in 1985, she won the Book Prize in Obstetrics and Gynaecology.
She obtained a Fellowship in Uveitis at the renowned Moorfields Eye Hospital in the United Kingdom after four years of study from 1994 to 1998 and has a doctorate in ocular immunology from the University of London.
Dr Muhaya may have a string of letters after her name, which makes you breathless, but the eye surgeon likes to teach.
And as it has been said that you must first master a subject to impart knowledge, teaching her juniors has in turn bolstered her sterling career -- she received the Excellent Lecturer Award at UKM in 1999 and 2000. But to Dr Muhaya, teaching is only one side of the coin. The other is motivating students. She takes an active interest in Personal and Professional Development and is director of the subject at Allianze University College of Medical Sciences, Penang.
She is author of How to Become a Good and Successful Medical Student -- A Holistic Approach, which is written in question-and- answer format and published in 2005, and hosted Vitamins For The Mind on TV2. She has her own motivation programme Dari Mata Ke Hati on Astro Oasis (Tuedays at 3.30pm). She answers questions on her schooldays:
Which primary and secondary schools did you attend?
SK Tengku Ampuan Mariam in Kuala Trengganu and Sekolah Tun Fatimah in Johor Baru.
Did you have a favourite teacher and why did you like him/her?
My Additional Mathematics teacher, Mr Thiang. I will give him a free eye operation as I am greatly indebted to him for his kindness and dedication as a teacher.
I also owe a lot to Zaharah Ali, the headmistress of SK Tengku Ampuan Mariam. She gave me extra coaching to help me get good results in the Standard Six exam which helped me to gain a place at the boarding school in Johor.
And English language teacher and counsellor Cikgu Rohana proved to be a great emotional support.
What subject(s) did you like at school?
Chemistry. I did extra homework on the subject for Mrs Mak to correct. I have an idea -- at the back of my mind -- to teach students to balance Chemistry equations on YouTube.
Were you rewarded for good performance by your parents? If yes, in what way.
My father was not keen on toys. He gave me a Tissot watch, with changeable coloured straps and rings round the bezel, which was all the rage then. Because he was so inclined, I remember being thrilled with an umbrella -- not a toy.
Father liked gifts with a meaning. He gave Standard Chartered Bank coin boxes made of copper to his children. I had one shaped like a house at the age of seven as he wanted me to be an architect. My sister received one of a book because father hoped she will become a doctor. For a potential engineer, my brother had one shaped liked a dredge. Somehow, I became the doctor. My father wanted all of us to become professionals.
What was your best (and worst) school holiday?
The family spent holidays and Hari Raya in Singapore, my mother's birthplace. I relished those holidays because I could watch TV in Singapore! Floods didn't deter us from going to the island!
The worst holidays were when I stayed back in boarding school during Hari Raya as the LCE (Lower Certificate of Examination, now Penilaian Menengah Rendah) was looming.
What hobbies did you have while at school?
I have a natural talent for dance -- both traditional and modern. The late actor Ahmad Nisfu, who was a family friend, came over with a radiogram. I performed the inang dance spontaneously when music was played! I also don't get stage fright. I choreographed dances at school, took part in fashion shows and was president of the school choir. I was beauty queen of the school in Form One!
What was your ambition while schooling?
When my Form Two teacher asked the class about their ambitions, I listed mine as "get married, start a family and become a doctor".
I went on to fulfil my dreams in that order. Father championed my goals.
When I was in boarding school and he was posted to Kuching, Sarawak every letter which he wrote to me had motivational words at the top.
If you were to live your schooldays all over again, is there anything you would like to change?
No, even though I wasn't top of the class in Forms One and Two! - NST
P/S: SK Tengku Ampuan Mariam, Terengganu..rupanya super senior saya hehehe..nak tumpang glemer ^^

Wednesday, February 20, 2013


‎"The Masjids are FREE but empty and the club's are PAID but full; It's free to enter in Heaven and costly to enter hell".

"Baik dan buruk Jodoh kita, itu semua adalah Allah yang tetapkan. Kerana itu berbaik-baiklah dengan Allah. Allah akan memberikan hanya yang baik-baik sahaja buat kita.

"Dan ingatlah ketika Tuhan kamu mengumumkan: Sekiranya kalian bersyukur, maka Aku akan tambahkan(nikmat yang diberi). Dan sekiranya kalian kufur, sesungguhnya azab Aku amatlah pedih." Surah Ibrahim ayat 7.

Syukur bukanlah bermakna cakap Alhamdulillah sahaja. Tetapi syukur perlu dimanifestasikan dengan ketaatan kita kepada Allah SWT.

Justeru, bukan sahaja jodoh, bahkan rezeki, kekuatan, mudah urusan, semuanya adalah pemberian Allah, maka perlulah kita melihat hubungan kita denganNya untuk benar-benar menjalani kehidupan dengan tenang dan kuat.

Tetapi jika dengan Allah sudah tidak baik,
maka dari mana lagi kita hendak dapatkan kebaikan?" - Hilal Asyraf




Tiba-tiba teringat kisah seorang suami yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga isterinya yang lumpuh suatu ketika dulu pernah dihebahkan di media arus perdana. Untungnya si isteri tersebut. Bukan semua suami sanggup tinggalkan kerjaya yang pendapatannya lumayan semata-mata untuk menjaga isteri yang sakit. Banyak kisah yang kita dengar isteri yang terpaksa bekerja atau berhenti kerja untuk jaga suami yang sakit. 

Tak semua penyakit perlu pergi klinik, hospital, makan ubat..ada penyakit yang sembuh bila ada seseorang di sisi saat diperlukan ;) ...It's all about how you love someone..

Tuesday, February 19, 2013



For a few weeks, people get excited to post about this Sharifah woman and Bawani on facebook. I just get too curious to know what is it all about indeed. But after a few days just get the chance to watch the issue on youtube with my hubby. He also did not know anything about this two women. 

What I can say is that the Bawani girl is so brave. Despite she is a law student and talked about law during the forum, she was great to have the courage to speak like that. What's there to blame? She only spoke her rights as a student and also a Malaysian citizen for sure. Thumbs up for you my dear. Different races is nothing compared to justice and truth. She showed what a student really should be. 

I once a student. A student of a recognized university should have the guts to speak the truth. Not just believe what others said without make a research. Haha..apo kono eh dok speaking plak ni? Terkena badi Sharifah kot...hahha..Dah la berterabur. Tak puas plak meluahkan perasaan guna English ni. Kita kena bangga dengan bahasa ibunda yop...Orang Melayu weii tapi malu la orang Melayu kalau orang India boleh berani cakap pasal sesuatu yang benar walaupun kena cemuh dengan orang yang so-called Melayu jugak...chinca? (masuk Korea plak).

As I said before, kita ni banyak mengidap penyakit sindrom aku tak peduli. Asalkan bukan aku, keluarga aku yang kena..OK lah..Orang lain tu lantaklah. Tapi, bila terkena di batang hidung sendiri, masa tu baru nak menggelabah gali kebenaran, soal selidik bagai saintis. Mahasiswa hari ni manja dengan suapan lebih-lebih lagi bangsa kita. Suratkhabar setahun sekali baca, kalau baca blog pun baca yang hiburan jer..Nak buat macam mana sistem pendiidkan dari tadika lagi dok ajar menyanyi, menari...dah masuk U pun asyik nak menyanyi, menari jugak sampailah ke tua. Whatever lah..



Lama aih tinggal blog ni. Fuhhh...fuhhh...tiup buang habuk. Bersawang-sawang.

Wahai adik kakak, hari tu ketika media arus perdana sibuk menayangkan puak-puak Zionis Israel mengganyang rakyat Palestin, maka berderu-derulah mesej-mesej, newsletter, foto-foto yang menyeru seluruh umat Islam memboikot jenama barangan yang memberi dana langsung kepada Israel. Facebook pun sampai crowded dengan mesej boikot. Ada pihak lekat flyers di dinding-dinding seperti McD. Tak kurang juga yang edarkan flyers di depan pintu masuk McD. Harmoni sungguh rasanya.

Ni dah berbulan-bulan isu Palestin senyap sat, maka berbondonglah manusia yang kelaparan menyerbu semula McD (ataupun pakat mulalah membeli semula barang-barang kegemaran mereka yang wangnya disalurkan kepada Israel). Amboi, orang kita kalau tak makan McD rasa tak boleh hidup kot no. Kecik-kecik dulu mak ayah depa suap burger Prosperity dah kot. Afdlin Shauki yang artis kebabom tu pun boleh boikot McD (saja bagi contoh artis maklumlah artis tu kan ikon..whatever!!).

Memang kita ni ramai yang menghidap penyakit "Syndrome Aku Tak Peduli"..asalkan bukan aku yang kena dan bukan ahli keluarga aku yang kena. Hangpa nak berperang, peranglah..yang penting aku kenyang...Sama juga dengan isu semasa contohnya politik. Ramai yang tak ambil tahu dan tak ambil cakna soal pemerintahan negara. Apa pemimpin buat, ke mana duit rakyat dilaburkan, apa benefit yang rakyat dapat?

Sudah-sudahlah dengan penyakit syndrome aku tak peduli ni, bila ada yang berjuang untuk hak rakyat dah kena kutuk pulak padahal untuk sapa perjuangan tu? Untuk kita, anak, cucu, cicit, piut kita la weii di masa depan nanti. Bak kata salah seorang pemimpin negara, bila rakyat tak peduli soal politik semasa, maka lahirlah pemimpin yang berbuat sesuka hatinya.

Selingan hari Selasa...PEACE YO!..Berjihad di Palestin dah la penakut, berjihad dengan McD pun tak boleh, hangpa memang POYO...